France Scholarship

Madame, Monsieur,

Nous avons le plaisir de vous informer du lancement de l’appel à candidatures du programme de bourses d’excellence Eiffel, du ministère des Affaires étrangères et européennes, pour l’année universitaire 2010/2011.

Nous attirons cependant votre attention sur la décision du ministère de regrouper dans un appel d’offre unique les deux programmes Eiffel et Eiffel Doctorat dans un souci de meilleure lisibilité.

Toutes les informations relatives à cet appel unique à candidatures sont en ligne à compter de ce jour sur le site Internet d’Égide, à l’adresse suivante : http://www.egide.asso.fr/eiffel

Vous y trouverez :

* la présentation du programme Eiffel
* les dossiers de candidature à télécharger (niveau MASTER et niveau DOCTORAT)

Nous vous recommandons de lire attentivement toutes ces informations et vous remercions de votre intérêt pour le programme de bourses d’excellence Eiffel.

Égide - Programme Eiffel
28 rue de la Grange-aux-Belles
75010 Paris
Mél. : eiffel@egide.asso.fr

Si vous ne souhaitez plus recevoir de messages de la liste Eiffel, vous pouvez vous désabonner à partir de la page suivante : http://www.egide.asso.fr/jahia/Jahia/accueil/listes_de_diffusion

Share/Save/Bookmark

Beasiswa Astro Kasih 2009 (Astro Scholarship 2009)

Program Beasiswa ASTRO KASIH

Tingkat Sarjana (S1) Dalam Negeri

Angkatan Tahun Akademis 2009/ 2010

Informasi Umum

Program Beasiswa Astro Kasih

Gelar Sarjana (S1) Dalam Negeri Bidang Studi Sains dan Non- Sains

Astro – Sampoerna Foundation (ASTRO – SF) menyediakan program beasiswa bagi 40 (empat puluh) anak muda Indonesia yang tidak mampu secara ekonomi namun menunjukkan prestasi akademis yang cemerlang, profesional, memiliki kepribadian yang terpuji dan jiwa kepemimpinan yang tinggi untuk menempuh pendidikan sarjana di bidang Sains dan Non- Sains, (tidak termasuk Fakultas Kedokteran Umum, Hewan dan Gigi) pada universitas-universitas dalam negeri yang direkomendasikan oleh ASTRO – SF untuk jangka waktu yang tidak lebih dari 4 (empat) tahun.<!–more–>

SYARAT-SYARAT PEMBERIAN BEASISWA

Informasi yang dimuat dalam dokumen ini ditujukan untuk Program Beasiswa Gelar Sarjana (S1) Dalam Negeri hanya untuk para siswa yang diterima pada tahun akademis 2009/ 2010

I. Persyaratan Dasar

Pendaftar harus memenuhi SELURUH persyaratan berikut ini:

a. Warga Negara Indonesia pemegang Kartu Tanda Penduduk Bali.

b. Usia tidak lebih dari 20 tahun pada bulan Juli 2009.

c. Harus dapat membuktikan kebutuhan tunjangan keuangan untuk melanjutkan sekolah, berdasarkan surat keterangan tidak mampu dan fotokopi tagihan listrik rumah.

d. Memiliki nilai akademik rata-rata 7.00 selama masa SMA (semester satu sampai semester enam).

e. Pada saat pengajuan lamaran beasiswa, tidak sedang kuliah di universitas manapun dan tidak sedang menerima beasiswa dari organisasi/institusi manapun.

f. Terdaftar sebagai mahasiswa tingkat I pada salah satu Universitas Negeri yang direkomendasikan

II. Kondisi Pemberian Beasiswa

a. Beasiswa penuh yang diberikan mencakup hal-hal sebagai berikut:

(i) Biaya pendaftaran ke universitas dimana pendaftar telah diterima.

(ii) Biaya pendidikan, sesuai dengan yang ditentukan oleh universitas dimana pendaftar telah di terima.

(iii) Uang saku, untuk mendukung biaya hidup selama masa kuliah.

(iv) Tunjangan buku, untuk membeli buku teks yang dibutuhkan selama kuliah.

(v) Tunjangan internet, agar siswa dapat memperoleh akses internet untuk keperluan pendidikan.

(vi) Tunjangan penelitian, untuk mendanai penelitian yang dilakukan pada masa akhir kuliah.

b. Beasiswa hanya diberikan untuk pendidikan dalam kelas reguler

c. Penerima beasiswa tidak boleh bekerja sebagai pegawai tetap selama masa studi.

d. Beasiswa tidak akan diberikan kepada calon penerima beasiswa yang sedang menerima beasiswa lainnya atau beasiswa akan dihentikan apabila penerima beasiswa ASTRO - SF mendapatkan beasiswa lainnya.

e. Apabila ASTRO – SF menyediakan sarana tempat tinggal (asrama) untuk penerima beasiswa, maka penerima beasiswa wajib untuk tinggal di sarana tersebut selama masa studi.

III. Pembayaran Dana Beasiswa

a. Biaya pendidikan akan dibayarkan secara langsung kepada penerima beasiswa dengan mekanisme penggantian dana yang telah dibayarkan terlebih dahulu kepada Universitas oleh Penerima Beasiswa.

b. Dana lainnya akan dibayarkan kepada penerima beasiswa dan hanya akan dibayarkan apabila siswa telah memenuhi kewajiban dan tanggung-jawab akademis dan non-akademis secara memuaskan pada semester sebelumnya..

IV. Masa Pemberian Beasiswa

a. Beasiswa diberikan untuk jangka waktu yang tidak melebihi 4 (empat) tahun atau setara dengan 8 (delapan) semester akademis atau kurang dari itu, bergantung dari program yang dipilih. Beasiswa tidak dapat diperpanjang.

b. Apabila penerima beasiswa tidak dapat menyelesaikan pendidikannya dalam kurun waktu yang ditetapkan, ia tetap berhak untuk melanjutkan pendidikan. Namun demikian, ASTRO - SF tidak berkewajiban untuk memberikan bantuan pendanaan lebih lanjut atau bantuan lainnya.

c. Keberlanjutan pemberian beasiswa bergantung pada kemampuan penerima beasiswa untuk mencapai prestasi akademis dan kemajuan non akademis yang memuaskan.

V. Cuti dari Sekolah

a. Penerima beasiswa tidak berhak untuk menghentikan kegiatan pendidikan kecuali untuk liburan sekolah yang telah dijadwalkan oleh universitas.

b. Apabila, karena suatu keadaan yang luar biasa, penerima beasiswa terpaksa mempergunakan hak cuti dari universitas selain untuk alasan-alasan yang disebutkan di atas, mereka harus memperoleh persetujuan tertulis resmi dari universitas dan ASTRO – SF.

VI. Ikatan Kerja

ASTRO – SF tidak mewajibkan penerima beasiswa untuk bekerja bagi ASTRO - SF atau para pihak yang terafiliasi dengannya atau organisasi pendukungnya, dan tidak memiliki kewajiban apa pun untuk mempekerjakan atau mencarikan pekerjaan untuk penerima beasiswa.

VII. Sanksi-sanksi

1. ASTRO – SF akan mengenakan sanksi untuk setiap pelanggaran terhadap syarat-syarat pemberian beasiswa, termasuk namun tidak terbatas pada pencapaian prestasi akademis dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan wajib. Sanksi dapat berbentuk penghentian sementara pemberian dana beasiswa, diperpendeknya masa pemberian beasiswa atau pengakhiran pemberian dana beasiswa.

2. Sekiranya penerima beasiswa memutuskan untuk mengundurkan diri dari program beasiswa, dana yang telah dikeluarkan oleh ASTRO – SF selama pelaksanaan program beasiswa tersebut harus dilunasi oleh penerima beasiswa.

VIII. Pengakhiran Beasiswa

a. Program Beasiswa akan berakhir apabila seorang penerima beasiswa tidak lagi terdaftar sebagai siswa:

· Pada saat universitas menerbitkan transkrip yang menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan pendidikannya; atau

· Pada saat penerima beasiswa terpaksa mengundurkan diri atau tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena penyakit yang dideritanya atau karena alasan lain.

b. Beasiswa akan segera diakhiri, apabila:

· Penerima beasiswa tidak dapat memenuhi kewajiban-kewajibannya, atau gagal untuk mencapai prestasi akademis yang dipersyaratkan;

· Penerima beasiswa terbukti telah memalsukan informasi yang dimuat dalam formulir pendaftarannya atau dalam dokumen yang terlampir; atau,

· Penerima beasiswa telah dikeluarkan dari program studinya atau dikeluarkan dari universitas apapun alasannya; atau

· Penerima beasiswa terlibat dalam kegiatan ilegal, misalnya penyalahgunaan dan pengedaran obat-obatan terlarang atau bentuk kegiatan kriminal lainnya.

IX. Tugas dan Kewajiban Lainnya

a. Penerima beasiswa harus bersedia untuk mematuhi aturan-aturan dan peraturan-peraturan yang diberlakukan oleh ASTRO – SF serta yang diberlakukan oleh universitas.

b. Penerima beasiswa harus berpartisipasi secara aktif dalam program pengembangan kepribadian yang dirancang oleh ASTRO – SF, seperti:

i. Kegiatan sosial, yang akan diselenggarakan dan dijalankan bersama dengan para penerima beasiswa lainnya dalam daerah yang bersangkutan.

ii. Program orientasi, yang akan membantu penerima beasiswa untuk lebih memahami visi dan misi ASTRO – SF.

c. Selama masa pendidikan, penerima beasiswa diwajibkan tetap melakukan korespondensi secara reguler dengan ASTRO – SF untuk melaporkan kemajuan yang telah dicapainya di bidang akademis dan non akademis.

d. Setelah menyelesaikan pendidikannya, penerima beasiswa diharapkan untuk bergabung dengan Ikatan Alumni SF dan berpartisipasi dalam program-program dan kegiatan-kegiatannya.

X. Prosedur Umum

Formulir pendaftaran dapat diperoleh di Universitas atau melalui situs web Sampoerna Foundation (www.sampoernafoundation.org) atau melalui email ke myrtha.keshvari@sampoernafoundation.org

Para pendaftar yang telah memenuhi syarat harus melengkapi dan mengembalikan formulir pendaftaran berikut dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan ke Sampoerna Foundation selambat-lambatnya pada tanggal 30 Oktober 2009 (tidak berdasarkan cap pos) di alamat :

Beasiswa Astro Kasih

Sampoerna Foundation

Sampoerna Strategic Square North Tower Lantai 27

Jl. Jenderal Sudirman Kav. 45,

Jakarta 12930

Telp: 021-5772340

Attn: Program Scholarship- Department

XIII.         Jadwal Seleksi

Registrasi

30 Okt 2009

Batas waktu formulir aplikasi beserta semua dokumen pendukung diterima oleh Sampoerna Foundation, tidak berdasarkan cap pos.

Proses seleksi

Minggu I Nov  2009

Pengumpulan data aplikasi

Minggu II Nov 2009

Seleksi tahap I oleh SF

Minggu III Nov 2009

Wawancara panel dan Diskusi Kelompok

Minggu IV Nov 2009

Peninjauan akhir terhadap para calon.

Pengumuman dan Administrasi

Minggu II Jan 2010

Pengumuman final kepada pemenang beasiswa Astro Kasih 2009.

Minggu III Jan 2010

Proses administrasi beasiswa

Jadwal ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

XIV.         Informasi Tambahan

A.   Daftar Universitas Rekanan

ASTRO - SF memberi dukungan kepada para penerima beasiswa yang terdaftar di universitas negeri berikut:

· Institut Teknologi Bandung, Bandung

· Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

· Universitas Airlangga, Surabaya

· Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

· Universitas Indonesia, Jakarta

· Universitas Padjadjaran, Bandung

· Universitas Udayana, Bali

B.   Keterangan Lebih Lanjut

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai program Beasiswa Astro Asih - Sampoerna Foundation, dan prosedur pendaftaran, silakan kunjungi situs kami www.sampoernafoundation.org atau email ke myrtha.keshvari@sampoernafoundation.org atau lewat telepon di 021-5772340.

Read More »

Share/Save/Bookmark

Indonesia English Language Study Program Scholarship

Sukses dengan IELSP Batch 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 sebelumnya, IIEF (Indonesian International Education Foundation/ Yayasan Pendidikan Internasional Indonesia) bekerja sama dengan IIE (International Education Foundation) yang berpusat di New York, Amrika Serikat kembali memberikan kesempatan kepada mahasiswa/mahasiswi di seluruh Indonesia untuk mendapatkan beasiswa Indonesia English Language Study Program (IELSP) untuk belajar Bahasa Inggris (English for Academic Purposes) dalam program immersion dalam kelas-kelas internasional selama 8 minggu di universitas ternama di Amerika Serikat. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa S1 (masih aktif – belum sidang kelulusan) dari berbagai jurusan dari universitas dan perguruan tinggi manapun di seluruh Indonesia . IELSP Cohort 7 Ini juga disponsori oleh US Embassy.

Dari pengalaman saya, terbukti program beasiswa ini sangat membantu sekali untuk peningkatan kemampuan bahas Inggris dan penerima beasiswa tidak hanya akan mendapatkan kesempatan belajar Bahasa Inggris langsung dalam kelas-kelas internasional tapi juga akan mendapatkan kesempatan untuk langsung bersosialisasi dengan kehidupan masyarakat Amerika dan juga mengenal budaya Amerika. Berikut saya sertakan beberapa penjelasan dan informasi tentang beasiswa IELSP dan semoga ada diantara pembaca yang mendapatkan kesempatan baik ini. So, segera daftarkan diri anda! Good Luck!! Read More »

Share/Save/Bookmark

2010-11 ROTARY FOUNDATION AMBASSADORIAL SCHOLARSHIP

PROGRAM OBJECTIVES for Ambassadorial Scholarships

The Ambassadorial Scholarships program supports the mission of The Rotary Foundation of Rotary International to further world under-standing and peace by:
• Increasing awareness of and respect for cultural differences by sending ambassadors of goodwill to study in another country
• Instilling in scholars the Rotary ideal of Service Above Self through active participation in Rotary service projects
• Encouraging scholars to dedicate their personal and professional lives to improving the quality of life for the people of their home communities and countries
• Developing leaders who can address the humanitarian needs of the world community
• Impacting all areas of the world through a balanced geographical distribution of scholars
• Encouraging Rotarians worldwide to increase the educational opportunities for scholars from low-income countries
• Fostering a lifelong association between Rotary and its scholars Read More »

Share/Save/Bookmark

The importance of planning

Many principles of good teaching, however, can (and should) be incorporated into clinical teaching. One of the most important is the need for planning. Far from compromising spontaneity, planning provides structure and context for both teacher and students, as well as a framework for reflection and evaluation. Preparation is recognised by students as evidence of a good clinical teacher.
How doctors teach
Almost all doctors are involved in clinical teaching at some point in their careers, and most undertake the job conscientiously and enthusiastically. However, few receive any formal training in teaching skills, and in the past there has been an assumption that if a person simply knows a lot about their subject, they will be able to teach it. In reality, of course, although subject expertise is important, it is not sufficient. Effective clinical teachers use several distinct, if overlapping, forms of knowledge.
How students learn
Understanding the learning process will help clinical teachers to be more effective. Several theories are relevant. Read More »

Share/Save/Bookmark

Learning and teaching in the clinical environment

Clinical teaching—that is, teaching and learning focused on, and usually directly involving, patients and their problems—lies at the heart of medical education. At undergraduate level, medical schools strive to give students as much clinical exposure as possible; they are also increasingly giving students contact with patients earlier in the course. For postgraduates, “on the job” clinical teaching is the core of their professional development. How can a clinical teacher optimise the teaching and learning opportunities that arise in daily practice?
Strengths, problems, and challenges
Learning in the clinical environment has many strengths. It is focused on real problems in the context of professional practice. Learners are motivated by its relevance and through active participation. Professional thinking, behaviour, and attitudes are “modelled” by teachers. It is the only setting in which the skills of history taking, physical examination, clinical reasoning, decision making, empathy, and professionalism can be taught and learnt as an integrated whole. Despite these potential strengths, clinical teaching has been much criticized for its variability, lack of intellectual challenge, and haphazard nature. In other words, clinical teaching is an educationally
sound approach, all too frequently undermined by problems of implementation. Read More »

Share/Save/Bookmark

One to one teaching and feedback

Another feature of one to one teaching is the opportunity to adjust what you teach to the learner’s needs—“customise” your teaching. In 1978 Ausubel and colleagues suggested that the secret of education is to find out what the learner already knows and teach accordingly. In a lecture, tutorial, or seminar you cannot hope to diagnose and respond to every individual’s learning needs, but a one to one relationship provides an opportunity to match the learning experience to the learner. One to one teaching is perhaps one of the most powerful ways of “influencing students.” You can create opportunities for active learning in authentic clinical settings while modelling
desirable personal and professional attributes. Stott and Davis in 1979 promoted the idea that one to one primary care consultations offer exceptional but often unrealised potential. The principles used in primary care consultations can be applied to one to one teaching, and the secret is forethought and planning. Read More »

Share/Save/Bookmark

Group structures and processes

You can minimise your internal involvement in the group process by organising or structuring groups into smaller units, especially when the group process is likely to be problematical. This is particularly so when you wish to mobilise a sense of coherence and full participation among a largish group of students. A sequence of tasks might then be set. For example:
x Students work individually for five minutes drawing up a list
x They share their ideas in pairs for 10 minutes
x In groups of four to six, students write up categories on a large sheet of paper
x This is followed by 25 minutes of open discussion among the groups
Your role in this kind of situation may be to move round checking that everyone understands and accepts the task and is doing it in an appropriate way and to encourage completion as the end point approaches. You could leave the room for a while and let the groups work without supervision. The following group structures require some assertive leadership to set up but allow you to take a back seat as the process itself takes over the direction of events. Read More »

Share/Save/Bookmark

Teaching small groups

Group discussion plays a valuable role in the all-round education of students, whether in problem based learning and team projects or in the more traditional academic scenario of the tutorial or seminar. When it works well, discussion can allow students to negotiate meanings, express themselves in the language of the subject, and establish closer contact with academic staff than more formal methods permit. Discussion can also develop the more instrumental skills of listening, presenting ideas, persuading, and working as part of a team. But perhaps most importantly, discussion in small groups can or should give students the chance to monitor their own learning
and thus gain a degree of self direction and independence in their studies. All these worthy aims require active participation and the ready expression of ideas. Yet it frequently doesn’t work out this way. Indeed many tutors too readily fall back on their reserve positions of authority, expert, and prime talker. Many of the problems associated with leading small groups effectively are likely to be exacerbated with larger groups. So how can we avoid the common traps? If you are leading a group discussion you will need to consider both the configuration of the group and your own behaviour. Groups often communicate poorly because the physical conditions make it difficult to communicate. For example, in a group of 10 students seated round a rectangular table, at least four students on either side of the table have no eye contact with each other, thus reducing participation. Read More »

Share/Save/Bookmark

Evaluating your lecture

Practice does make perfect, but the process of developing as a lecturer is greatly helped if some effort is made to evaluate performance. Evaluation involves answering questions such as “how did I do?” or “what did the students learn?” A lecture can be evaluated in different ways. If the students are to be used as a source of feedback, the following methods are useful:
x Ask a sample of the students if you can read their lecture notes—this exercise gives some insight into what students have learned and understood
x Ask for verbal feedback from individual students
x Ask the students to complete a one-minute paper
x Ask the students to complete an evaluation questionnaire.
If you want to evaluate your teaching style and delivery,
peers can be a useful source of feedback:
x Ask a colleague to observe part or all of a lecture and provide feedback afterwards. It is important to inform the observer what aspects of the lecturing process you want evaluated—for example, clarity, logical flow, effectiveness of the media used
x Videotape the lecture for private viewing, and arrange a joint viewing with a colleague later. Lectures are still a common teaching method in both undergraduate and postgraduate medical education. Their continued popularity is due to the fact that they represent an effective and efficient means of teaching new concepts and knowledge. This article has emphasised the importance of good lecture planning and of the inclusion of student interaction to
ensure effective learning.
Read More »

Share/Save/Bookmark

pageTracker._initData(); pageTracker._trackPageview();